-
Anak di Belakang Pintu Pinggiran Surakarta, 1908–1922 Hadianto mengenal punggung manusia lebih dahulu daripada wajahnya. Sejak berumur sepuluh tahun, ia berjalan beberapa langkah di belakang Hasan, membawa tas sekolah, payung, atau sandal cadangan apabila jalan menuju rumah tergenang. Kalau Hasan berhenti, ia berhenti. Kalau Hasan memanggil, ia menunduk sebelum menjawab. “Dalem, Den.” Ibunya mengajarkan jawaban… Read.
