-
Panggung Revolusi Yogyakarta, 1963. “Di mana mimik wajah yang sudah kuajarkan, Sobari?” Bentakan Darno mengguncang dinding gedung kesenian yang separuh lapuk itu. Suaranya memantul di antara tiang-tiang kayu, layar panggung yang kusam, dan bangku-bangku kosong yang berdebu. Sobari berdiri di tengah panggung dengan tombak kayu di tangan. Di sampingnya, Anti masih membeku dalam pakaian Rara… Read.
