-
Empat Lembar Seratus Dolar Saya duduk santai di teras sebuah minimarket, menunggu Lina datang menjemput. Matahari sudah turun, tetapi panas Jakarta masih tertinggal pada aspal dan dinding bangunan. Kendaraan datang dan pergi. Orang-orang keluar membawa kantong belanja, kopi kemasan, atau sebungkus rokok untuk menemani perjalanan pulang. Saya mengambil rokok dari saku. Ketika hendak menyalakannya, saya baru sadar tidak ada asbak di… Read.
