• Sore itu kafe di bilangan Sudirman tidak terlalu ramai. Saya memilih meja di area merokok sambil membaca berita melalui telepon genggam. Sesekali pandangan saya beralih ke jalan di luar. Jakarta bergerak seperti biasa—tergesa-gesa, penuh suara, tetapi sering tidak mengetahui ke mana sebenarnya ia sedang menuju. Seorang anak muda menghampiri meja saya. Namanya Burhan, seorang mahasiswa… Read.

Berpikir dan bertindak

Jangan menyerah

Lanjut ke konten ↓