Berlian dan Bangkai busuk

Singapura. Sebuah galeri perhiasan yang lebih mirip altar ketamakan daripada etalase kecantikan. Berlian di sini bukan sekadar benda. Ia simbol. Ia alat tukar. Ia pantulan paling jujur dari peradaban yang menyembah kekuasaan, bukan kebenaran.

Arina datang dengan langkah yang terlalu percaya diri untuk seseorang yang menyimpan terlalu banyak rahasia. Usia mendekati 40 tahun. Cerdas dan cantik. Lulusan Harvard. Tubuhnya dibalut dress hitam, sederhana tapi mahal. Dia pemilik perusahaan event organizer eksklusif, spesialis acara untuk orang-orang yang tidak suka namanya terpampang di media. Tapi semua tahu, hidup glamornya ditopang dari London, oleh George.

George memang jenius. Dia memberikan akses Arina kepada pedagang barang antik tersertifikasi pusat lelang international dan barang mewah limited offer tersertifikasi rumah desain international. Yang tentu semua likuid di pasar diskon. Dengan bisnis seperti itulah Arina menikmati kemewahan hidup secara legal dan pembayar pajak yang taat. Dia tidak menyadari bahwa dia bagian dari team Shadow ku dan itu sudah berlangsung sejak tahun 2019. Bahkan dia tidak pernah mengenalku secara personal.

Pergaulan Arina kepada kalangan elite bukan soal kedekatan, tapi soal fungsi. Ia bukan sahabat konglomerat, tapi dekat dengan anak-anak mereka. Ia bukan kawan politisi, tapi dekat dengan istri dan selingkuhan mereka. Karena uang bergerak lebih luwes lewat orang-orang tak terduga. Dan Arina paham, kekuasaan selalu butuh estetika ketersembunyian.dengan banker yang bisa mengatur pembayaran tanpa terdeteksi aliran uang itu.

Aku datang pada acara ini karena diundang oleh Arina. Dia kenal aku dari teman banker nya. Dia menyapaku dengan senyuman yang dipoles sempurna. “ Mr, B. Terimakasih sudah datang. “ Dia menyalamiku. Aku hanya tersenyum. “ Apa boleh aku kenalkan dengan seseorang” Katanya.

Aku mengangguk.

“B, kenalkan. Muklis.”

Nama sederhana. Sepertinya dia orang Indo etnis timur tengah. Wajahnya penuh percaya diri. Tangan kanannya sudah lebih dulu menawarkan jabat tangan. “Tempo hari Arina kenalkan saya dengan banker di Swiss,” katanya membuka percakapan. “Dari dia saya diminta menghubungi anda. Tapi ternyata tak mudah. Saya menunggu hampir dua bulan hanya untuk kesempatan ini. Untung Arina menepati janjinya.”

Aku melirik Arina. Dia tersenyum. Senyum yang tidak pernah jujur. Senyum orang yang hidup dari menipu dan ditipu dalam dunia yang sama. Walau perkenalan itu singkat. Tetapi aku tahu Muklis dan Arina punya agenda. Aku perhatikan hampir semua tamu acara itu, kenal dengan Muklis. Padahal aku tidak mengenalnya. Dan namanya tidak pernah tampil di social media dan bukan pula konglomerat. Yang pasti dia punya akses kepada kekuasaan yang VVIP. Sehingga dia tidak perlu popularitas.

“Ada yang ingin dia tawarkan?” Kata Arina berbisik kepadaku. “ Apakah mungkin besok kita ketemu lagi. “

“ Kamu sudah punya nomor telp ku. Call aja.” Kataku lambat.

***

Keesokan pada sore hari. Aku datang ke café atas undangan Arina. “ Ada tiga perusahaan dalam satu holding company yang akan dilepas. Entitasnya bersih. Siap diambil. Mungkin anda berminat, atau… barangkali anda punya akses ke investor sophisticated.”

“ Kenapa tawarkan kepada saya. Bukankah anda punya akses kepada banker first class. Tawarkan kepada mereka.”

“ Ya justru mereka rekomendasikan kepada anda. “ Kata Arina tetap berbalut senyum. Buah dadanya terlihat padat dibalik gaun malam.

Aku mengerutkan kening. “ Mengapa mereka jual?

“ Karena asset perusahaan itu sudah terstruktur dengan rumit. Sehingga sangat sulit diutilize. Sementara ultimate owner perlu aset itu untuk memperkuat posisi tawar dalam politik. “

Arina menyebut total asset dari holding itu. “ Bagaimana asset sebesar itu bisa tercipta? Dan akhirnya sulit diutilize? tanyaku. Itu pertanyaan standard dalam dunia bisnis.

“Awalnya, ..” Arina mulai terbuka sedikit. “ Mereka deal Hensley & Cromwell yang menawarkan Credit link Note seri 2025-2030. Linked  ke saham bank first class di Eropa. Yield 12,75%. Notional USD 1,2 miliar. Underlying asset: Private placement account di Singapura, Hong Kong, dan British Virgin Island. Tapi yang menarik. Mia dari CEO Hensley & Cromwell bisa mengatur asset itu untuk layering uang. Dan dia punya network dan skill mengaturnya dan akhirnya menempatkan dana itu pada CLN”

“ Layering? Apa ? tanyaku.

“ Itu uang  hasil judi online, fee tambang ilegal, markup PSN, sisa-sisa markup dana COVID, Mark up Dana Bansos,  fee Eksim Migas, fee impor pangan. Itu sudah terakumulasi dalam bentuk CLN sejak tahun 2019 . Nah tahun ini, tahun 2024 mau di reposisi dalam bentuk cash, financial resource lewat skema liquidity provider pada perusahaan Asset Management.” Kata Arina.

Aku mengangguk. Tak perlu tanya lagi. Itu bisa terjadi karena Sistem perbankan di Indonesia longgar, khususnya bank daerah. Banyak lembaga pengawas “tahu tapi diam”. Tidak semua transaksi LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) diperiksa. Kepemilikan nominee legal di properti & perusahaan.  Banyak sektor “cash-based” (jual beli tanah, tambang, sawit). Penegak hukum sering bagian dari permainan.

Mereka pikir sudah aman. Sudah bersih. Sudah diputar di luar jangkauan KPK, OJK, atau PPATK. Tetapi mereka lupa. Di luar sana. Ada predator yang terus mengamati mereka dengan sabar dan membiarkan mereka bebas memanfaatkan skema uang international. Dan akhirnya terkunci. Blocked. Dan lewat Arina, aku tahu mereka pecundang.   Berharap ada pihak yang bisa melakukan effort too good to be true.

Setelah itu Arina tidak lagi berusaha memprovokasiku. Kami asik bicara ringan dan tak terasa semakin malam semakin panas. Arina sepertinya mulai mabuk. Dan aku akhiri malam itu dengan mengantarnya ke kamar hotel.

***

Seminggu kemudian. Team shadow ku kumpul di Kawasan wisata di Lombok. George, Victor,  Mia, Cristina. Aku briefing mereka.

Sebelum brieifing. Aku minta Mia menjelaskan bagaimana proses penempatan dana lewat CLN. Dia CEO dari Hensley & Cromwell. Dia ceritakan detail. Bagaimana akun bansos berubah jadi akun judi online untuk mengatur penempatan dana di offshore lewat API. Bagaimana skema cross credit,  loan guarantee, standby buyer IPO, digunakan untuk utilize offshore account itu.  Mia memang sudah lebih dulu beroperasi sejak tahun 2019. Semua ada bukti dokumen lewat file digital yang terenskripsi.

Setelah itu barulah aku mulai briefing.

“ Hukum itu seperti pagar di museum. Kau tak perlu melompati pagar untuk mencuri lukisan. Kau hanya butuh pintu lain yang tidak ditutup rapat oleh kuratornya “ Kataku mengawali.

Perhatikan. Mereka punya CLN.  Kita semua tahu, Ini adalah produk derivatif berbasis kredit, terkait dengan underlying asset berupa loan, bond, yang dijadikan jaminan. Asset ini dibekukan atau blocked karena terindikasi money laundering oleh regulator atau bank kustodian. Status hukum: suspended, bukan confiscated. Artinya tidak bisa dipindah-tangankan secara legal, tapi secara sistem belum sepenuhnya hilang dari balance sheet.

Apa yang harus kalian lakukan? 

George’ Kataku menatapnya. “ Tugaskan salah satu team shadow untuk create Special Purpose Vehicle yang sangat “bersih” di yurisdiksi dengan legal arbitrage kuat, seperti Luxembourg, BVI, Cayman.  SPV ini membeli distressed asset lewat secondary transaction, tapi bukan direct transfer dari blocked account. Di atas kertas, ini asset baru yang clean, padahal secara struktur 1:1 mereplikasi CLN yang di-block.

Victor ? aku tatap dia sejurus. “  kamu  create synthetic exposure ke CLN tersebut melalui swap agreement dengan pihak ketiga. Cara itu memastikan kamu  tidak pernah menyentuh asset yang di-block secara legal, tapi kamu  memiliki hak cashflow secara economic interest lewat swap mirror.

Dan Cristina..kataku menatapnya. “ Manfaatkan celah hukum. Karena asset yang di-block tidak boleh dipindahtangankan oleh pemilik lama, tapi tidak ada larangan untuk menciptakan struktur derivatif atas eksposurnya oleh pihak ketiga. Dengan swap tersebut, seolah kita mengunci cashflow. Mendapat kuasa atas ekonomi CLN. Secara resmi, asset yang di-block tetap ada. Tapi manfaat ekonominya sudah di-repackage.

Mereka mengangguk dengan tegas.

“ Kerjakan!  Hari ini kita ke Bali untuk kembali ke pos kita masing masing. “

***

Setelah itu, aku membalas email dari Arina. Ia memang sudah mencoba menghubungi berkali-kali melalui telepon, namun aku menolak. Dia bahkan mengirim delapan email — benar-benar layak disebut marketing sejati. “Maaf, saya tidak bisa membantu. Namun, saya bisa merekomendasikan agar kamu deal dengan George.”

Aku tahu email itu tidak akan mendapat tanggapan dari Arina, karena ia sudah mengenal George dan tak lagi perlu bertemu denganku. Akhirnya, aku menutup file itu dan menghentikan korespondensi.

***

Aku bertemu dengan Muklis di salah satu acara. Dia masih mengenalku. Padahal sudah lebih setahun sejak tahun 2024 januari ketemu dia di Singapore dalam acara Arina.

“ Brengsek Arina. Dia kenalkan saya dengan investment banker di London. Malah seluruh asset terkunci total dan Holding itu jadi seperti bangkai di dunia offshore. Saya sempat marah ke dia. Kenapa engga deal dengan kamu. Padahal kamu sangat high recommended. “

“ Saya memang beri tahu kepada Arina, bahwa saya tidak tertarik dengan tawaran dia. Maafkan. Mungkin untuk bisnis lain.  “ Kataku.

“ Ya karena itu resource kami terkunci dan sulit kami kendalikan penguasa baru tanpa financial resource.” Kata Muklis. Aku senyum aja dan menjauh dari dia.

Muklis tak pernah paham. CLN mereka freeze order. Mereka pikir itu bisa diselamatkan. Mereka lupa, derivatif right tak terjangkau regulator. Audit trail terputus. Layered SPV, fund recycle, sudah menyembunyikan semuanya. Mereka hanya bangkai, tanpa sadar sudah dikuliti perlahan.

Aku berlalu. Dunia ini bukan tentang siapa yang kuat. Tapi siapa yang lebih sabar menunggu lawan terjebak oleh ilusi aman ciptaannya sendiri…Satu satunya kelemahan Koruptor adalah Rakus. Nah orang rakus tidak punya sikap sabar! Makanya mereka tidak bisa dekat kepada Tuhan.


Eksplorasi konten lain dari Berpikir dan bertindak

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tag:

Tanggal:

Up next:

Before:

2 tanggapan untuk “Berlian dan Bangkai busuk”

  1. Setiap hari saya menunggu tulisan Babo, walau bnyk istilah yang tdk dipahami tapi membantu memahami banyak persoalan

    Suka

  2. reviewdifferent2061257088 Avatar
    reviewdifferent2061257088

    ga kebayang nilai uang hasil korupsi yg seperti kasus di atas.mungkin bisa milyaran dolar.semoga kaum rakus pada insyaf pada tobat.

    Suka

Tinggalkan komentar

Eksplorasi konten lain dari Berpikir dan bertindak

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca