• Rahmat adalah teman SMP-ku.
Ayahnya kepala sekolah. Sosok yang dihormati di kampung kami. Rahmat memang pintar. Nilainya selalu rapi, baris-baris angka dan huruf di rapornya seperti tidak pernah berantakan. Berbeda denganku, yang setiap kali menerima rapor hanya memastikan satu hal: masih boleh naik kelas. Nilai rata-rataku pas-pasan, sekadar lolos makan, kata orang kampung. Namun perbedaan itu… Read.

Berpikir dan bertindak

Jangan menyerah

Lanjut ke konten ↓