Kita engga punya design ketahanan energi

Banyak pengamat energi mempertanyakan mengapa harga bahan bakar di pom bensin di China relatif stabil dan dalam banyak periode bahkan terlihat lebih tinggi dibandingkan harga minyak mentah di pasar global. Secara intuitif hal ini tampak kontradiktif. Jika harga crude oil di pasar internasional turun, mengapa harga bensin di tingkat konsumen tidak segera mengikuti penurunan tersebut?

Jawaban atas pertanyaan ini tidak dapat dilepaskan dari strategi ketahanan energi nasional yang dirancang secara sistematis oleh pemerintah China. Dalam perspektif kebijakan publik, energi tidak dipandang semata sebagai komoditas pasar, melainkan sebagai instrumen strategis negara yang berkaitan langsung dengan stabilitas ekonomi, keamanan nasional, dan keberlanjutan pembangunan.

Instrumen Fiskal dalam Kebijakan Energi

Salah satu pilar utama kebijakan energi China adalah penggunaan pajak konsumsi bahan bakar sebagai instrumen fiskal. Kebijakan ini menyebabkan harga bensin dan solar di tingkat konsumen relatif lebih tinggi dibandingkan biaya produksi minyak mentah.

Namun tujuan kebijakan tersebut bukan sekadar meningkatkan penerimaan negara. Pajak energi berfungsi sebagai sumber pembiayaan bagi berbagai program strategis, termasuk penguatan perusahaan energi nasional seperti Sinopec dan PetroChina. Pembangunan cadangan strategis minyak (strategic petroleum reserve). Investasi dalam sektor energi alternatif dan energi terbarukan.

Dengan demikian, pajak konsumsi energi tidak hanya berfungsi sebagai instrumen fiskal, tetapi juga sebagai mekanisme pembiayaan ketahanan energi jangka panjang.

Mekanisme Subsidi Silang Energi

Melalui struktur harga tersebut, China secara efektif menciptakan mekanisme subsidi silang dalam sistem energinya. Konsumen energi domestik secara tidak langsung ikut membiayai pembangunan infrastruktur energi nasional, termasuk kilang minyak, jaringan distribusi, serta investasi dalam teknologi energi baru. Model ini memberi keuntungan strategis bagi negara. Ketahanan energi dapat diperkuat tanpa harus bergantung pada subsidi langsung dari anggaran pemerintah yang sering kali membebani fiskal.

Selain itu, struktur harga ini juga berfungsi sebagai alat stabilisasi ekonomi. Ketika harga minyak dunia melonjak, pemerintah memiliki ruang untuk menahan kenaikan harga domestik agar tidak terlalu membebani masyarakat dan sektor industri. Sebaliknya, ketika harga minyak dunia turun, harga domestik tidak selalu diturunkan secara drastis sehingga selisih tersebut dapat digunakan untuk mendukung investasi energi jangka panjang.

Diversifikasi Infrastruktur Energi

Strategi ketahanan energi China tidak hanya bergantung pada instrumen fiskal. Negara tersebut juga membangun diversifikasi jalur pasokan energi melalui investasi besar dalam infrastruktur energi lintas kawasan.

China mengembangkan jaringan pipa minyak dan gas dari berbagai wilayah seperti Asia Tengah, Myanmar, Rusia. Pembangunan jaringan pipa ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada jalur logistik laut yang rentan terhadap ketegangan geopolitik. Jalur darat tersebut menjadi alternatif strategis apabila jalur laut utama—seperti Strait of Hormuz dan Strait of Malacca—mengalami gangguan akibat konflik atau blokade.

Dengan strategi ini, China tidak hanya mengamankan pasokan energi, tetapi juga mengurangi risiko gangguan distribusi energi akibat dinamika geopolitik global.

Kerentanan Energi Indonesia

Situasi ini memberikan kontras yang cukup jelas dengan kondisi di Indonesia. Sebagai negara yang masih bergantung pada impor energi, Indonesia sering kali berada dalam posisi reaktif terhadap fluktuasi harga minyak dunia.

Setiap lonjakan harga energi global dapat langsung menekan APBN melalui peningkatan subsidi energi, memicu inflasi domestik, serta memaksa pemerintah mengambil kebijakan jangka pendek seperti penyesuaian harga bahan bakar.

Indonesia selama ini terjebak dalam pendekatan kebijakan subsidi energi dan dana kompensasi, yang pada dasarnya merupakan bentuk intervensi pasar untuk menahan tekanan inflasi jangka pendek. Kebijakan ini memang mampu meredam gejolak harga domestik dalam waktu singkat. Namun pendekatan tersebut tidak bersifat struktural dalam meningkatkan ketahanan energi nasional.

Sebaliknya, kebijakan subsidi yang besar justru menyerap porsi signifikan dari anggaran negara dan mengurangi ruang fiskal untuk sektor pembangunan lainnya, seperti infrastruktur energi, pengembangan teknologi energi baru, maupun pembangunan cadangan energi strategis. Dengan kata lain, kebijakan yang dirancang untuk meredam tekanan jangka pendek sering kali justru menghambat investasi jangka panjang yang dibutuhkan untuk membangun ketahanan energi nasional, bahkan menimpulkan rente dan moral hazard.

Pelajaran Kebijakan

Pengalaman China menunjukkan bahwa ketahanan energi tidak dapat dibangun hanya melalui kebijakan harga atau subsidi energi. Ia memerlukan desain kebijakan yang lebih komprehensif, meliputi penguatan cadangan energi strategis, pembangunan infrastruktur distribusi energi, diversifikasi sumber pasokan energi, pengembangan energi alternatif, desain fiskal yang mampu menyerap volatilitas harga energi global.

Ketahanan energi pada akhirnya merupakan fondasi stabilitas ekonomi. Negara yang memiliki sistem energi yang tangguh akan lebih mampu menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, serta mempertahankan kredibilitas fiskal.

Penutup

Pengalaman China menunjukkan bahwa ketahanan energi bukanlah hasil dari kebijakan sesaat, melainkan hasil dari desain kebijakan negara yang konsisten, sistematis, dan berpandangan jangka panjang. Bagi Indonesia, pelajaran terpenting bukanlah meniru kebijakan China secara mekanis, tetapi memahami prinsip dasar yang melandasi kebijakan tersebut: bahwa energi adalah sektor strategis yang memerlukan integrasi antara kebijakan fiskal, kebijakan industri, dan strategi geopolitik.

Tanpa strategi energi jangka panjang, negara akan terus terjebak dalam siklus krisis setiap kali harga minyak dunia bergejolak. Sebaliknya, dengan kebijakan yang terencana dan struktural, energi dapat menjadi fondasi bagi stabilitas ekonomi dan pembangunan nasional yang berkelanjutan.


Eksplorasi konten lain dari Berpikir dan bertindak

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tag:

Tanggal:

Up next:

Tinggalkan komentar

Eksplorasi konten lain dari Berpikir dan bertindak

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca